Sekeluarga Menderita Lumpuh, Warga Sumenep Butuh Uluran Tangan

Sekeluarga menderita lumpuh tinggal di kubuk bambu. (foto: Nikam Hokiyanto)

SUMENEP, Limadetik.com – Persolan kemiskinan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sepertinya tidak mudah ditangani dengan baik. Buktinya, setelah warga Desa Taman Sare, Kecamatan Dungkek beberapa waktu lalu yang hanya tinggal digubuk berukuran 2×3 meter, kini giliran warga di jantung kota Sumenep yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Berita terkait:

Mina (49) dan ibunya yang bernama Asmita (81) tinggal digubuk yang terbuat dari bambu berukuran 3×4 meter. Parahnya, dua warga Jl. KH. Wahid Hasyim, Gang 4, Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep ini, selain hidup dalam kemiskinan, keduanya menderita penyakit lumpuh.

“Mina sudah lumpuh sejak enam tahun lalu. Sedangkan ibunya, Asmita lumpuh sejak 4 tahun lalu,” kata warga setempat, Hermin Irawati, Jum’at (13/10/2017).

Mereka sehari-hari hanya tinggal berdua.  Dari pantauan media limadetik.com, mereka terpaksa tidur disamping kompor gas dan perabotan dapur seadanya. Selain karena tempatnya sempit, kedua warga yang membutuhkan perhatian pemerintah, tidak bisa beraktifitas layaknya orang normal.

Sementara untuk kebutuhan hidup sehari-hari, Asmita dan Mina dibantu warga yang peduli persoalan sosial. Mereka tidak punya kekayaan apapun. Tanah yang ditempati milik mantan majikannya semasa masih sehat.

“Dulu mereka pembantu di rumah saya. Setelah kondisinya seperti ini, saya kasih tempat. Karena memang mereka tidak punya apa-apa,”ucapnya.

Pihaknya berharap, ada perhatian dari masyarakat umum. Lebih-lebih perhatian dari pemerintah setempat.

“Kami sangat mengharapkan bantuan untuk keduanya. Baik bantuan untuk kesehatan, kebutuhan hidupnya setiap hari maupun juga tempat tinggalnya,”tukasnya. (hoki/rud)

2 KOMENTAR

Leave a Reply