Liga Champions Asia 2018, Persipura Jayapura Tolak Jatah

Red: Rudy

JAKARTA, Limadetik.com – Persipura Jayapura menolak mengikuti gelaran Liga Champions Asia 2018 jika tiket ke gelaran kompetisi antarklub sepak bola juara zona Asia tersebut didapat Mutiara Hitam dari luar ketentuan kompetisi. Persipura hanya bersedia mengikuti Liga Champions Asia, jika berhasil menembus tiga besar klasemen final Liga 1 2017.

Direktur Media Persipura Bento Madubun mengatakan, jika dorongan klubnya ikut Liga Champions Asia dengan status sebagai juara dua Liga Indonesia 2014 maka tim asal Papua itu memilih menolak. “Kalau berdasarkan 2014, itu bukan hak kami,” kata Bento dalam rilis resmi Persipura yang diterima wartawan di Jakarta, Senin (9/10).

Dia mengatakan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak perlu lagi membicarakan hasil kompetisi 2014 untuk musim kompetisi 2018.

Liga Champions Asia 2018 akan digelar Januari sampai November 2018. Indonesia hanya punya jatah satu klub yang berhak ikut kompetisi antarklub elite di Asia tersebut. Acuannya, berdasar dari hasil final klasemen liga masing-masing negara.

Di Indonesia, putaran final Liga 1 musim ini akan berakhir pada pertengahan November mendatang. Persisnya pada pekan ke-34. Saat ini, Liga 1, sudah memasuki pekan ke-29. Masih tersisa enam pertandingan lagi sebelum pungkas.

Jika menengok klasemen sementara ini maka klub bakal juara Liga 1 adalah Bhayangkara FC. Kesebelasan dari Korps Kepolisian itu saat ini di puncak klasemen dengan nilai 59 angka.

Jika tim asuhan pelatih Simon McMenemy itu berhasil juara musim ini maka sudah pasti tak bakal bisa ambil bagian di Liga Champions Asia. Sebab, ada sejumlah regulasi kompetisi antara klub terbaik di Asia itu, yang mengganjal kepesertaan Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan. Antara lain, aturan yang mengharuskan klub peserta minimal sudah berdiri selama dua tahun.

Syarat lainnya, mengharuskan klub peserta tak pindah kandang juga selama dua musim. Syarat lainnya, minimal dua tahun tanpa adanya perubahan kepemilikan klub, dan perubahan logo kesebelasan. Eksistensi Bhayangkara FC di Liga 1 belum genap dua tahun.

Regulasi Liga Champions Asia, memberikan peluang bagi peringkat kedua atau ketiga, dan seterusnya, kalau Bhayangkara tak bisa ikut kompetisi itu. Menengok klasemen Liga 1, pilihannya akan jatuh ke Bali United, dan Madura United,

Serdadu Tridatu kini berada di peringkat kedua dengan 55 angka sedangkan Laskar Sappe Kerap di posisi ketiga dengan 52 poin. Ada juga PSM Makassar di peringkat keempat dengan nilai 52 angka.

Jika jatah Liga Champions Asia milik Bhayangkara jatuh ke antara tiga klub tersebut maka regulasi kompetisi juga membentur klub-klub tersebut. Klub yang memungkinkan untuk mengikuti Liga Champions Asia tanpa terbentur aturan yakni Persipura dan Persib Bandung.

Persipura sekarang ini berada di peringkat kelima Liga 1 dengan nilai 46 angka. Kesebelasan pelatih Wanderlay Junior da Silva itu juga sebagai peringkat kedua klasemen final Liga Indonesia 2014.

Maung Bandung berstatus juara Liga Indonesia pada 2014. Meski sebagai juara ketika itu, kesebelasan asal Jawa Barat tersebut tak ikut Liga Champions Asia 2015 lantaran federasi yang telat mendaftarkan. Namun, kesebelasan si Pangeran Biru itu, sampai pekan ke-28 Liga 1 hanya berada di peringkat ke-11 dengan nilai 36 angka di tangga klasemen.

Bento melanjutkan, meski Liga 1 belum final, sementara ini manajemen klub memilih menolak jika PSSI dan LIB mengajukan Persipura untuk Liga Champions Asia tahun depan. Namun, dia mengatakan, jika klasemen final Liga 1 musim ini menempatkan Mutiara Hitam ada di peringkat tiga besar maka Boas Solossa dan kawan-kawan akan mengambil hak ikut dalam kompetisi Asia. (*)

Leave a Reply